Sabtu, 16 Mei 2020

Metode-metode yang digunakan untuk menangani kerugian potensial.


Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh teman teman yang budiman, kali ini aku mau menjelaskan tentang metode yang dapat digunakan untuk menangani kerugian potensial.
Langsung aja yuuuukkkk


Kalau kita memiliki usaha, pasti gak mau dong ya kalau mendapatkan kerugian potensial.
Lalu apa saja yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi risiko agar kerugian dapat dihinndari/diminimumkan ???


Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meminimumkan risiko kerugian, antara lain adalah :

1.  Melakukan pencegahan dan pengurangan kemungkinan terjadinya peristiwa yang menimbulkan kerugian.

Contoh : memagari mesin-mesin untuk menghindari kecelakaan kerja.

2.  Melakukan retensi, aryinya mentoleril yaitu membiarkan terjadinya kerugian dan untuk mencegah terganggunya operasi perusahaan akibat kerugian tersebut disediakan sejumlah dana untuk menanggulanginya.

Contoh : pos biaya lain-laindalam anggaran perusahaan.

3.      Melakukan pengendalian terhadap risiko.

Contoh : melakukan perdagangan berjangka untuk menanggulangi risiko kelangkaan dan fuktuasi harga bahan bakuyang diperlukan.

4.      Mengalihkan/memindahkan risiko kepada pihak lain, yaitu dengan cara mengadakan kontrak pertanggungan asuransi dengan perusahaan asuransi terhadap risiko tertentu, dengan membayar sejumlah premi asuransi yang telah ditetapkan, sehingga perusahaan asuransi akan mengganti kerugian bila betul terjadi kerugian yang sesuai dengan perjanjian.


Cara untuk mengendalikan kemungkinan kerugian potensial :
1.      Menghindari kemungkinan terjadinya peril
2.       Mengurangi kesempatan terjadinya peril
3.      Memindahkan kerugian potensial kepada pihak lain (mengasuransikan
4.      Menerima dan memikul kerugian yang timbul ( meretensi )


Sekian penjelasan aku tentang Metode yang dapat digunakan untuk menangani kerugian potensial.
Semoga dapat bermanfaat bagi teman teman semua yaaa. Semangat terus untuk kita dalam menuntut ilmu :)
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Pengertian, Unsur, Tujuan, dan Jenis dari Biaya Produksi

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh teman teman yang budiman.
Kali ini aku mau menjelaskan tentang Pengertian, Unsur, Tujuan, dan Jenis dari Biaya Produksi.
Langsung aja yuuuukkkk



  • Pengertian Biaya Produksi =
Yaitu total biaya yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan dalam proses produksi yang bertujuan untuk menghasilkan suatu barang atau produk yang siap dipasarkan.
Ada juga yang menyebutkan pengertian biaya produksi adalah akumulasi biaya yang diperlukan dalam proses produksi, mencakup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
Dapat disimpulkan bahwa production cost adalah ongkos produksi yang dikorbankan oleh suatu perusahaan untuk menghasilkan suatu barang jadi hingga barang tersebut masuk ke dalam pasar untuk dijual.


· Unsur-unsur biaya produksi adalah sebagai berikut:

a. Biaya Bahan Baku Langsung (Direct Material)
Ini merupakan bahan yang secara langsung dipakai untuk memproduksi suatu barang jadi yang siap dipasarkan. Bahan baku tersebut mencakup semua bahan yang secara fisik dapat diidentifikasi sebagai bagian dari produk jadi.

b. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour)

Tenaga kerja mengkonversi bahan baku langsung menjadi suatu barang jadi yang siap dipasarkan. Direct Labour merupakan biaya-biaya bagi semua tenaga kerja langsung yang ditempatkan dan diberdayakan dalam menangani kegiatan produksi secara langsung.

c. Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead)

Overhead pabrik adalah semua biaya manufaktur yang tidak ditelusuri secara langsung ke output tertentu.

Beberapa elemen biaya overhead pabrik diantaranya;

- Biaya bahan baku tidak langsung

- Biaya tenaga kerja tidak langsung

- Biaya depresiasi dan amortisasi aktiva tetap

- Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin

- Biaya listrik dan air pabrik

- Biaya asuransi pabrik

- Biaya overhead lain-lain.


· Tujuan penentuan biaya produksi adalah sebagai berikut:


a. Untuk Menetapkan Biaya Produksi


Sangat penting bagi setiap perusahaan untuk menetapkan production cost secara tepat. Hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan dan mencatat semua bukti transaksi terkait pengeluaran biaya.


Melalui pengumpulan bukti transaksi, pencatatan, dan penentuan atas terjadinya transaksi dengan baik akan menghasilkan penetapan biaya produksi yang tepat.


b. Untuk Mengendalikan Biaya

Pengumpulan semua bukti transaski, pencatatan, dan penentuan biaya produksi yang tepat akan membuat tugas manajemen semakin mudah dalam hal pengawasan dan pengendalian biaya untuk produksi.

c. Untuk Membantu Pengambilan Keputusan

Penentuan production cost juga sangat membantu suatu perusahaan untuk mengambil keputusan jangka pendek, diantaranya;

- Pembelian bahan baku

- Pembelian alat produksi

- Penentuan harga jual barang jadi



· Jenis biaya produksi adalah sebagai berikut:

a. Biaya Tetap (Fixed Cost/ FC)

Yaitu biaya pada periode tertentu dengan jumlah yang tetap dan tidak tergantung pada hasil produksi. Contoh, sewa gedung, pajak perusahaan, biaya administrasi, dan lain-lain.

b. Biaya Variabel (Variable Cost/ VC)

Yaitu biaya yang besarannya dapat berubah-ubah sesuai dengan hasil produksi. Artinya, semakin besar hasil produksi maka semakin besar biaya variabelnya. Contoh, biaya upaya pekerja, biaya bahan baku yang dikeluarkan berdasarkan jumlah produksi.

c. Biaya Total (Total Cost/ TC)

Yaitu total seluruh biaya tetap dan biaya variabel yang digunakan suatu perusahaan untuk menghasilkan barang jadi dalam satu periode tertentu.

d. Biaya Rata-Rata (Average Cost/ AC)

Yaitu besarnya biaya produksi per unit yang dihasilkan. Besar biaya rata-rata ini dihitung dengan cara membagikan total biaya dengan jumlah produk yang dihasilkan.

e. Biaya Marjinal (Marginal Cost/ MC)

Yaitu biaya tambahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit barang jadi. Biaya ini muncul ketika dilakukan perluasan produksi dalam rangka menambah jumlah barang yang dihasilkannya.


Sekian penjelasan aku tentang Pengertian, Unsur, Tujuan, dan Jenis dari Biaya Produksi.
Semoga dapat bermanfaat bagi teman teman semua yaaa. Semangat terus untuk kita dalam menuntut ilmu :)
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Penjelasan Tentang Produksi dalam Ilmu Manajemen

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh teman teman yang budiman, kali ini aku mau menjelaskan tentang PRODUKSI.
Langsung aja yuuuukkkk

Produksi yaitu segala kegiatan untuk menciptakan atau menambah guna barang. sedangkan pengertian kegiatan produksi adalah setiap kegiatan untuk menciptakan atau meningkatkan nilai guna suatu barang. Produksi juga dapat dikatakan sebagai kegiatan yang menghasilkan atau meningkatkan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Untuk lebih mengetahui tentang Produksi, kita dapat mengacuh ke contoh kegiatan produksi karna kebanyakan orang lebih mudah memahami dengan melihat contohnya.
Contoh Kegiatan Produksi : Perusahaan agar agar memproduksi agar agar untuk dijual ke konsumen.

Sekian penjelasan aku tentang Produksi dalam ilmu manajemen.
Semoga dapat bermanfaat bagi teman teman semua yaaa. Semangat terus untuk kita dalam menuntut ilmu :)
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.



Fungsi Permintaan

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh teman teman yang budiman, kali ini aku mau menjelaskan tentang FUNGSI PERMINTAAN.
Langsung aja yuuuukkkk.

Permintaan adalah banyaknya barang dan jasa yang dibutuhkan Masyarakat  dan  menyatakan ketergantungan antara harga dengan jumlah barang.
Fungsi adalah ketergantungan suatu variabel dengan variabel lainnya.
Fungsi Permintaan dalam ilmu ekonomi adalah sebuah fungsi yang menunjukan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang diminta oleh masyarakat. “Fungsi Permintaan” berasal dari dua kata, yaitu fungsi dan permintaan. 

Sekian penjelasan aku tentang FUNGSI PERMINTAAN.
Semoga dapat bermanfaat bagi teman teman semua yaaa. Semangat terus untuk kita dalam menuntut ilmu :)
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Assalamualaikum teman teman yang budiman, kali ini aku mau menjelaskan tentang FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN.
Langsung aja yuuuukkkk


Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen =
a.  Selera
Apabila selera konsumen terhadap suatu barang dan jasa tinggi, maka akan diikuti dengan permintaan jumlah barang dan jasa yang meningkat, demikian sebaliknya.
Contoh : Permintaan konsumen terhadap smartphone sedang meningkat, seperti Blackberry, iphone, Android, tablet. Bahkan kita bisa menjumpai konsumen yang mempunyai lebih dari satu barang berteknologi tinggi di jaman sekarang ini.
b. Pendapatan konsumen
Semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin tinggi juga daya beli nya, begitu pula sebaliknya.
Contoh : Orang yang pendapatannya tinggi, kebutuhannya akan semakin banyak pula. Seperti penyanyi Syahrini, kebutuhannya sangatlah banyak, mulai dari kebutuhan kostum panggung, kebutuhan perawatan diri,  serta kebutuhan lain yang menunjang penampilannya.
c. Harga Barang, Jasa Pengganti Atau Pelengkap
Adanya barang pengganti akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan. Pada saat harga barang naik, jika ada barang pengganti maka jumlah permintaan akan dipengaruhinya.
Contoh : Kompor dan minyak tanah adalah salah satu yang saling melengkapi. Jika harga minyak tanah terus menerus naik, maka konsumen akan beralih menggunakan kompor dan gas yang harganya relatif stabil.
d. Intensitas Kebutuhan Konsumen
Mendesak/tidaknya atau penting tidaknya kebutuhan seseorang terhadap barang/ jasa, mempengaruhi jumlah permintaan. Kebutuhan primer, lebih penting dibanding kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder lebih penting dibanding tersier, sehingga pengaruhnya terhadap jumlah permintaan berbeda.
Contoh : Menjelang lebaran kebutuhan seperti daging, ketupat dan pakaian jumlah permintaannya akan meningkat di banding dengan hari-hari biasa.
e. Pendapatan masyarakat
Pendapatan masyarakat mencerminkan daya beli masyarakat. Tinggi/rendahnya pendapatan masyarakat akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas permintaan
f. Distribusi Pendapatan
Makin merata pendapatan, maka jumlah permintaan semakin meningkat, sebaliknya. pendapatan yang hanya diterima/dinikmati oleh kelompok tertentu, maka secara keseluruhan jumlah permintaan akan turun.
g. Pertambahan penduduk
Jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah permintaan. Makin banyak penduduk, maka jumlah permintaan akan meningkat.


Sekian penjelasan aku tentang Faktor-Faktor yang Mempegaruhi Konsumen.
Semoga dapat bermanfaat bagi teman teman semua yaaa. Semangat terus untuk kita dalam menuntut ilmu :)
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Hukum Permintaan

Assalamualaikum teman teman yang budiman. Kali ini aku mau menjelaskan tentang HUKUM PERMINTAAN.
Langsung aja yuuukkkkk

Hukum permintaan tidak berlaku mutlak, tetapi bersifat tidak mutlak dan dalam keadaan cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap).
Hukum permintaan:
“apabila harga mengalami penurunan, maka jumlah permintaan akan naik/bertambah, dan sebaliknya apabila harga mengalami kenaikan, maka jumlah permintaan akan turun/berkurang.”
Dalam hukum permintaan, jumlah suatu barang akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang tersebut. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang di minta, hal ini dikarenakan daya tarik untuk membeli semakin menurun yang disebabkan oleh mahalnya harga jual barang tersebut.


Sekian penjelasan aku tentang HUKUM PERMINTAAN.
Semoga dapat bermanfaat bagi teman teman semua yaaa. Semangat terus untuk kita dalam menuntut ilmu :)
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Penjelasan Tentang Permintaan Konsumen

Assalamualaikum teman teman yang budiman, kali ini aku mau menjelaskan tentang PERMINTAAN KONSUMEN.
Langsung aja yuuuukkkk

Teman teman, apa yang dimaksud permintaan??
Pemintaan dapat diartikan sebagai sejumlah barang dan jasa yang diinginkan untuk dibeli atau dimiliki pada berbagai tingkat harga yang berlaku di pasar dan waktu tertentu.

Permintaan dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam =
a. Permintaan absolut (absolut demand).
Permintaan absolut adalah seluruh permintaan terhadap barang dan jasa baik yang bertenaga beli/berkemampuan membeli, maupun yang tidak bertenaga beli.
b. Permintaan efektif (effective demand)
Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai kemampuan membeli.

Sekian penjelasan aku tentang Permintaan Konsumen.
Semoga dapat bermanfaat bagi teman teman semua yaaa. Semangat terus untuk kita dalam menuntut ilmu :)
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Cara Menghitung NOPAT Perusahaan

Assalamualaikum Warrahmatulahi Wabarakatuh teman teman yang budiman, kali ini aku akan menjelaskan tentang cara menghitung NOPAT perusahaan.
Langsung aja yuuukkkkk


NOPAT adalah singkatan dari Net Operating After Tax.

Rumus menghitung NOPAT perusahaan adalah sebagai berikut :
NOPAT = Laba (Rugi) Usaha – Pajak
Keterangan :
Laba usaha adalah laba operasi perusahaan dari suatu current operating yang merupakan laba sebelum bunga.
Pajak disini adalah yang digunakan adalah pengorbanan yang dileuarkan oleh perusahaan dalam penciptaan nilai tersebut.


Sekian penjelasan aku tentang cara menghitung NOPAT perusahaan.
Semoga dapat bermanfaat bagi teman teman semua yaaa. Semangat terus untuk kita dalam menuntut ilmu :)

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Penjelasan Tentang Nilai Perusahaan

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh teman teman yang budiman.
Kali ini aku mau menjelaskan tentang nilai perusahaan.

Apa itu nilai perusahaan ???
Nilai perusahaan adalah kondisi tertentu yang telah dicapai oleh suatu perusahaan sebagai gambaran dari kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan setelah melalui suatu proses kegiatan selama beberapa tahun, yaitu sejak perusahaan tersebut didirikan sampai dengan saat ini.
Menurut Brigham Gapensi tahun 1996, nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham.
Setiap pemilik perusahaan menginginkan nilai perusahaan yang tinggi, sebab dengan nilai yang tinggi menunjukan kemakmuran pemegang saham juga tinggi.  Kekayaan pemegang saham dan perusahaan dipresentasikan oleh harga pasar dari saham yang merupakan cerminan dari keputusan investasi, pendanaan (financing), dan manajemen asset.
Dengan meningkatnya nilai perusahaan, maka bias dipastikan kesejahteraan para pemilik juga akan meningkat.

Sekian penjelasan saya tentang nilai perusahaan.
Semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat  bagi teman teman semua yaa. Mari kita semangat terus dalam menuntut ilmu :)

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Jumat, 24 April 2020

Skripsi Penentuan Premi Tahunan Konstan dan Cadangan Benefit Menggunakan Metode Prospektif pada Asuransi Kontinu Joint Life

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh teman teman yabg budiman.
Kali ini aku mau share tentang skripsi ku saat menyelesaikan S1 Matematika murni di IPB.
Langsung aja yuuuuk

Judul Skripsi :  Penentuan Premi Tahunan Konstan dan Cadangan Benefit Menggunakan Metode Prospektif pada Asuransi Kontinu Joint Life

Nama : Annisa Rizki Khairani
Dosen Pembimbing 1 : Dr. Berlian Setiawaty, MS
Dosen Pembimbing 2 : Windiani Erliana, S.Si, M.Si

Departemen : Matematika
Instansi : Institut Pertanian Bogor
Tahun : 2019



LATAR BELAKANG


Asuransi jiwa adalah perjanjian timbal balik antara tertanggung (peserta asuransi) dengan penanggung (perusahaan asuransi), di mana tertanggung mengikatkan diri selama jalannya pertanggungan dengan cara membayar uang premi kepada penanggung sebagai akibat langsung dari meninggalnya orang yang jiwanya dipertanggungkan atau telah lampaunya suatu jangka waktu yang diperjanjikan, mengikatkan diri untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada orang yang ditunjuk oleh tertanggung sebagai penikmatnya (Prihantoro 2000). Asuransi jiwa dapat dibedakan berdasarkan pembayaran manfaat (benefit), di antaranya yaitu asuransi jiwa dengan berjangka, seumur hidup, dwiguna dan endowmen murni. Asuransi jiwa berjangka merupakan asuransi di mana pihak penanggung tidak memberikan santunan apabila pihak tertanggung masih hidup sampai akhir kontrak asuransi namun jika peserta meninggal dalam jangka waktu kontrak asuransi, maka peserta mendapatkan benefit. Asuransi jiwa seumur hidup merupakan asuransi di mana pihak penanggung akan menanggung pihak tertanggung seumur hidup, yaitu dengan memberikan benefit apabila peserta meninggal. Asuransi jiwa dwiguna merupakan asuransi di mana pihak penanggung akan memberikan santunan baik jika peserta masih hidup sampai akhir kontrak asuransi ataupun meninggal dalam jangka waktu kontrak. Asuransi jiwa endowmen murni merupakan asuransi di mana pihak penanggung akan memberi benefit bila pihak tertanggung masih hidup sampai batas waktu yang telah disepakati namun apabila peserta meninggal dalam jangka waktu kontrak asuransi, maka tidak mendapat benefit.
Asuransi jiwa dapat dibedakan berdasarkan jumlah orang yang terikat dalam kontrak asuransi, yaitu asuransi jiwa single life dan asuransi jiwa multi life. Asuransi jiwa single life adalah suatu perjanjian asuransi yang berhubungan dengan suatu keadaan hidup matinya satu orang saja. Sementara asuransi jiwa multi life adalah suatu perjanjian asuransi yang berhubungan dengan suatu keadaan di mana aturan hidup matinya merupakan gabungan dari dua faktor atau lebih, misalnya suami dan istri, atau orang tua dan anak (Futami 1994).
Asuransi jiwa multi life terbagi menjadi dua status berdasarkan jangka waktu pembayarannya, yaitu status  joint life dan status last survivor. Status joint life yaitu asuransi yang pembayaran preminya sampai kematian pertama dari salah
seorang di antara seluruh pihak tertanggung. Sementara status last survivor yaitu asuransi yang pembayaran preminya sampai kematian terakhir pihak tertanggung (Frostig dan Levikson 2003). Peserta yang mengikuti asuransi jiwa diwajibkan membayar premi setiap tahunnya sesuai dengan kontrak asuransi, sementara perusahaan asuransi wajib membayar benefit kepada peserta asuransi sebesar  besaran yang telah di setujui pada kontrak asuransi. Dalam pembayaran benefit, asuransi jiwa menyediakan dua asumsi yaitu diskret dan kontinu. Asumsi diskret artinya benefit dibayarkan pada akhir tahun kematian, sedangkan asumsi kontinu artinya benefit dibayarkan pada saat kematian terjadi.
Premi yang telah dibayarkan setiap tahun oleh peserta asuransi, nantinya akan digunakan oleh perusahaan asuransi untuk membayar benefit. Berdasarkan besarnya, terdapat dua jenis pembayaran premi asuransi, yaitu pembayaran premi konstan dan premi tidak konstan. Untuk pembayaran premi konstan, besar premi setiap tahunnya selalu sama. Sedangkan untuk pembayaran premi tidak konstan, besar premi setiap tahunnya selalu berubah, hal ini terjadi karena besarnya penghasilan pemegang polis yang tidak selalu tetap.
Dalam jangka waktu tertentu, pendapatan yang diperoleh perusahaan asuransi dari premi beserta bunganya pada tahun-tahun awal berjalannya polis akan jauh lebih besar dari jumlah benefit yang harus dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pihak penanggung. Kelebihan dana premi ini akan disimpan oleh perusahaan asuransi untuk santunan bagi pemegang polis sampai dibutuhkan kelak sebagai cadangan benefit.
Perusahaan asuransi jiwa dalam mengelola suatu produk asuransi tidak selalu mengalami keuntungan. Bahkan tidak sedikit perusahaan asuransi jiwa yang mengalami kerugian yang disebabkan karna perusahaan tidak tepat dalam mengatur cadangan benefit. Akibatnya, perusahaan asuransi tidak mampu membayar benefit kepada pihak tertanggung ketika jumlah klaim yang diajukan pihak tertanggung ternyata melebihi jumlah klaim yang diprediksi sebelumnya. Keadaan seperti ini dapat diantisipasi jika perusahaan jasa asuransi memiliki dana cadangan secara tepat (Destriani dan Mara 2014).
Cadangan benefit dapat dihitung menggunakan beberapa metode, di antaranya yaitu metode retrospektif dan metode prospektif. Penghitungan cadangan benefit menggunakan metode retrospektif merupakan cadangan benefit berdasarkan jumlah total pendapatan di waktu lampau, sedangkan penghitungan cadangan benefit menggunakan prospektif merupakan cadangan benefit berdasarkan nilai sekarang dari semua pendapatan di waktu yang akan datang. Kedua metode ini menghasilkan hasil cadangan yang sama (Futami 1993).
Pada karya ilmiah ini, dibahas asuransi jiwa multi life untuk status joint life yang ditujukan untuk pasangan suami istri dengan menggunakan asumsi kontinu pada asuransi jiwa berjangka, seumur hidup dan dwiguna serta mengkaji formula cadangan benefit menggunakan metode prospektif pada asuransi berjangka, seumur hidup dan dwiguna berdasarkan formula dasar yang telah diberikan di buku Futami T (1994) dan Tabel Mortalitas Indonesia 2011 yang diterbitkan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia.



Untuk file PDF skripsi bisa download di link berikut yaaaa
Download PDF Skripsi di Sini


Sekian penjelasan dari aku tentang Premi Tahunan Konstan dan Cadangan Benefit Menggunakan Metode Prospektif pada Asuransi Kontinu Joint Life.

Semoga dapat bermanfaat bagi teman teman semua yaaa. Semangat terus untuk kita dalam menuntut ilmu :)

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.